Wayang Kontemporer

15:27:56, 16 Januari 2018 Himawari

MadNews Edisi 14/IX/2017-2018 - “Tak kenal maka tak sayang” ungkapan itu tidak asing ditelinga kita, dan mungkin tepat untuk menggambarkan kondisi masyarakat indonesia pada umumnya dalam melihat warisan karya seni budaya masa lalu. Tidak sedikit hasil karya seni budaya nusantara yang diklaim oleh negara lain kepemilikan hak ciptanya sedangkan kita tidak mengenal seperti apa rupa karyanya. Sungguh ironis,namun kita harus mencegahnya dengan cara memperkenalkan budaya nusantara pada generasi muda sedini mungkin.

Kesenian wayang adalah bagian dari sekian banyak warisan budaya yang harus kita lestarikan. Lalu bagaimana caranya? Tentu banyak cara yang bisa kita lakukan, diantaranya dengan melakukan kegiatan kreasi wayang ditingkat sekolah. Wayang sendiri sudah sangat lama dikenal di Indonesia, dan diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya.

Berbicara tentang wayang sudah barang tentu sangat beragam jenis, rupa karakter, dan bahan yang digunakan, di Indonesia sendiri jika diklasifikasikan menurut bahannya ada beberapa jenis wayang diantaranya wayang kulit, wayang kayu, wayang rumput, wayang beber, wayang orang, hingga wayang kontemporer yang menggunakan berbagai macam bahan atau penggabungan dari unsur-unsur wayang pada umumnya.

Diantara sekian jenis  wayang di Indonesia, ada jenis wayang yang tidak meniru secara utuhdan terikat pada pakem bentuk (pakeliran) atau cerita pewayangan yang sudah ada yaitu wayang kontemporer.Jenis wayang kontemporer ini sangat menarik untuk dikembangkan karena dibutuhkan kreatifitas dan imajinasi untuk menciptakan corak baru sehingga akan muncul karya wayang dengan nuansa yang berbeda tetapi juga tidak melepaskan akar seni pewayangan.

Kritikus seni Jim Supangkat berpendapat bahwa istilah kontemporer sendiri merupakan penggabungan dari unsur tradisi dan modernitas sehingga melahirkan satu pemaknaan baru dalam wujud penyampaian karya seni. Sejalan dengan wayang kontemporer yang lahir bergaya modern tetapi tidak lepas dari akar tradisi dengan ragam rupa kreatifitas penyajian yang tentu akan memperkaya khasanah perkembangan seni wayang di Indonesia.

Wayang kontemporer memiliki tantangan tersendiri untuk dieksplorasi dan dikembangkan sebagai pelengkap dan penjaga eksistensi dari kesenian wayang yang adiluhung. Kegiatan inilah yang dilakukan oleh siswa-siswi kelas 8 di pelajaran Art. Mereka lebih spesifik mengekplorasi wayang kontemporer karena memiliki beragam bentuk, karakter maupun material yang digunakan. Selain itu jenis wayang ini memberi kesempatan bagi siswa untuk berkreasi menciptakan desain baru.

Pada awal pertemuan, mereka melakukan eksplorasi dengan mencari data yang berhubungan dengan wayang kontemporer dan juga melihat video pertunjukan wayang kontemporer diantaranya wayang kampung sebelah dan wayang bocor hingga wayang listrik. Mereka sangat tertarik dengan bentuk- bentuk wayang ditampilkan, ada yang berupa tokoh politik dengan karakter bentuk realistik, karikatural, karakter kartun yang lucu, tokoh super hero, bahkan bentuk-bentuk yang aneh dan terkesan ganjil.

Menggunakan kemampuan menggambar yang dimiliki, mereka mulai membuat sketsa atau rancangan bentuk wayang kontemporer dengan kreatifitas dan imajinasinya, dimana pada tahap selanjutnya gambar itu akan dijadikan pola wayang menggunakan kertas karton board dan pada akhirnya dirakit menjadi wayang. Melalui kegiatan mengkreasi wayang tentu secara tidak langsung mereka telah ikut berperan untuk melestarikan kesenian wayang itu sendiri.  Selamat berkreasi!   (Dwi Rustanto)

 


Share :