Reorientasi Madania Secondary School

12:50:16, 15 Januari 2021 Annisa Azzahra

Liburan telah usai, saatnya kembali ke sekolah! Tahun baru sangat identik dengan masa reorientasi siswa yang dilakukan pada awal semester sekolah. Acara ini dibuat untuk memperkenalkan dan menghadirkan kembali suasana sekolah setelah libur panjang akhir tahun. Ada beragam kegiatan yang diwajibkan oleh sekolah agar para murid dapat berpartisipasi sebagai langkah awal mereka menuju semester kedua yang lebih baik. Reorientasi kali ini berjalan secara online menggunakan Google Meet dan Whaastapp Messenger pada hari Selasa dan Rabu, 12 – 13 Januari 2021 yang diurusi kebutuhan berlangsungnya acara ini oleh para pengurus OSIS SMA Madania.

Di hari pertama reorientasi, para murid mendapatkan sesi bersama sekolah. Setelah itu, ada sesi untuk bermain empat permainan online mendidik; Trivia Games, Pictionary, Sambung Kata, serta Kuis Peribahasa. Permainan-permainan tersebut dimainkan oleh setiap dua kelas yang sudah di data oleh pengrus OSIS. Pada permainan Trivia Games, semua peserta dari kedua kelas berkumpul dalam satu Google Meet untuk menjawab 3 set kuisdengan tema pengetahuan umum, teka-teki, dan Sekolah Madania yang pertanyaannya diajukan oleh panitia di Google Meet. Kelas yang menjawab pertanyaan dengan cepat dan benar yang berhasil mendapat poin terbanyak akan memenangkan permainan. Untuk Pictionary, setiap kelas bergiliran menggambar di jamboard, sementara kelas yang lain menebak gambar tersebut lewat screen sharing di Google Meet. Kedua kelas bertukar peran tiap 10 menit. Tidak kalah seru dengan dua permainan sebelumnya, di permainan Sambung Kata para pemain menyebutkan sebuah kata, dimana suku kata akhirannya akan digunakan oleh pemain selanjutnya sebagai suku kata pertama. Mereka memiliki waktu 5 detik untuk memberikan jawaban. Yang paling cepat, ialah pemenangnya. Permainan terakhir adalah Kuis Peribahasa dimana masing-masing kelas diberikan waktu untuk mengumpulkan kalimat peribahasa beserta maknanya. Setiap kelas membacakan peribahasa secara bergantian dan kelas lain harus memaknai arti peribahasa tersebut dengan jeda waktu 15 detik. Kelas yang berhasil menjawab dengan cepat dan tepat dengan poin terbanyaklah yang menang.

Para peserta sangat antusias dan aktif dalam memainkan permainan-permainan tersebut. Setiap kelas bermain dengan kompak sehingga tidak jarang jika poin yang didapatkan beda tipis dengan tim lawan. Setelah poin dari setiap kelas dihitung, yang mendapatkan poin terbanyak adalah kelas 12U dan disusul kelas 11B di posisi kedua.

Hasil lomba diumumkan di grup Whatsapp kelas dan media sosial OSIS. Pemenang juara umum (12U) mendapat sertifikat dan uang dalam bentuk Go-pay sebesarRp250.000,- yang akan diterima oleh bendahara kelas. Sedangkan Runner up(11B)  mendapat sertifikat.

Acara reorientasi ini dilanjut pada keesokan harinya, dengan Bonding Games di pagi hari. Pada sesi ini, permainan tidak dilombakan dan hanya diperuntukkan sebagai kegiatan bonding antar siswa dengan angkatannya. Sesi ini terdiri dari tiga gamesGartic.io, Kahoot quiz, dan Two Truths and One lie. Sesi ini merupakan sesi ter-ramai karena terlihat para peserta yang amat semangat berpartisipasi dalam permainan-permainan yang diadakan.Sesi ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas, melatih konsentrasi, mempererat hubungan pertemanan agar lebih saling mengenal, dan mengasah kemampuan menggambar para murid.

Tak kalah seru dari sesi permainan, para peserta melanjutkan hari mereka dengan mengikuti tiga Workshop; Movie Club, Writing to Express, dan Survive & Thrive. Di Movie Club, para peserta dan pembawa acara Workshop mendiskusikan, membahas, dan mengkritisi film-film populer dengan penayangan scene dari beberapa film. Pembicara dan peserta saling mengulas film favoritnya masing-masing dan memberikan pandangannya terhadap film tersebut.Kemudian, pembicara dan peserta berdiskusi dan bertukar pikiran tentang beberapa topik yang sudah disediakan oleh pembicara di workshop Writing to Express. Peserta akan membuat tulisan pendek dari salah satu topik tersebut yang dikumpulkan lewat Google Form.Workshop yang terakhir berhubungan dengan isu global yang sedang kita semua hadapi. Di Survive & Thrive para peserta bercerita tentang semua kejadian di tahun 2020 dari pandangan mereka serta diskusidan berbagi tips tentang cara bertahan hidup dan berkembang di tahun 2021. Pembicara dan peserta akan saling mengemukakan pendapat dan perasaannya tentang pandemi dan sekolah online, kemudian menulis harapan dan resolusi di tahun 2021 melalui Padlet.

Dengan berakhirnya reorientasi, semester dua resmi dimulai. Seorang tokoh besar, Nelson Mandela, pernah mengatakan bahwa pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan pendidikan, Anda dapat mengubah dunia. (Sekar Rania Lituhayu)


Share :