Meningkatkan wawasan melalui field trip

07:51:14, 25 November 2019 Muhamad Chori Zikrin

Bogor (15/11/19) – Sekolah Madania mengadakan field trip dengan mengunjungi LAPAS (Lembaga kemasyarakatan) Bogor dan Pengadilan Kelas 1b Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa grade 10 dan 11 beserta guru-guru pembimbing dengan antusias. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman baru dan sebagai sarana pembelajaran siswa pada pelajaran Pkn.

Kami berangkat dari Madania pada pukul 07.30 dan menempuh waktu 1 jam untuk sampai ke LAPAS Bogor. Di sana, kami disambut oleh panitia di aula LAPAS dan dijelaskan tentang fungsi lapas serta sistem hukum dan peradilan di Indonesia. Selain itu, 2 warga binaan lapas juga berbagi kisah dan pengalaman mereka selama berada di LAPAS Bogor.

Menurut Tasya Maharani (Tasya), Kegiatan di LAPAS memberikan perspektif baru baginya tentang bagaimana para warga binaan mejalankan kehidupannya di dalam LAPAS. Ternyata LAPAS bukan hanya sebagai tempat penahanan tapi juga berfungsi sebagai tempat pembinaan memperbaiki diri. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh para warga binaan yang sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari hari seperti belajar mengaji dan berolahraga Bersama.

Setelah mengunjungi LAPAS Bogor, kami mendatangi Pengadilan Kelas 1b Bogor. Ada berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan disana. Kegiatan dimulai dengan touring mengelilingi gedung pengadilan. Kami diberi kesempatan memasuki dan merasakan suasana ruangan persidangan dan ruangan tahanan. Kemudian, kami berkumpul di ruang sidang utama untuk dijelaskan lebih lanjut oleh pihak pengadilan tentang fungsi, struktur dan jenis-jenis pengadilan.

Selain itu, ada kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu yaitu simulasi persidangan. Beberapa siswa dipilih untuk memerankan peran-peran penting dalam sebuah persidangan seperti hakim, jaksa penuntut, pengacara dan tersangka. Rilo Hanindyo Aryowicaksono (Rilo), berkesempatan menjadi hakim utama dan Devin Aldrian (Devin), sebagai tersangka. Kasus yang diangkat adalah penangkapan seorang penjual narkoba. Saya sendiri diberi kesempatan memerankan peran seorang jaksa penuntut umum. Tantangan terberat dalam memerankan seorang jaksa penuntut umum adalah memiliki sifat yang tegas dan dapat membacakan laporan tuntutan dengan sangat cepat.  Pengalaman yang tidak terlupakan.

Menurut saya kegiatan seperti ini sebaiknya lebih rutin dilakukan karena memberikan manfaat yang sangat banyak. Diharapkan kegiatan ini dapat membuat kami lebih mudah dalam mempelajari sistem hukum dan peradilan di Indonesia dengan cara yang menyenangkan. Selain itu kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru kepada kami. (Ardelia Clarissa Noensie, 11N)


Share :