Madania Festival 2020

08:16:39, 24 Maret 2020 Muhamad Chori Zikrin

Dalam rangka merayakan ulang tahun sekolah Madania ke 24 Tahun, digelar Madania Festival dengan beragam rangkaian acara sebagai rasa syukur atas perjalanan sekolah Madania dalam mewujudkan cita-cita para pendirinya. Sekolah Madania sangat memahami dan menghargai keberagaman yang ada. Peserta didik sekolah Madania ditempa untuk menjadi pemimpin yang memiliki kekuatan menciptakan harmoni dalam keberagaman, oleh karena itu Madania Festival 2020 mengangkat tema “Beauty in Collaboration

Madania Festival 2020 yang digelar pada 27 Februari 2020 diisi dengan Art Exhibition yang memamerkan karya seni murid, Secondary School Exhibition yang memamerkan beragam project murid Madania. Pada Festival Budaya Agama - Agama, murid - murid TK Madania Bogor dan Jakarta menampilkan tari tradisional dilanjutkan dengan penampilan lagu agama di Indonesia yang dibawakan dengan syahdu oleh murid sekolah Madania.

Murid beragama Hindu membawakan Shiva Pancaksara yang memiliki makna untuk suatu perlindungan, tuntunan, dan keselamatan Dewa Shiva. Prajnaparamita Hrdayasutra yang merupakan makna paling murni dalam Buddha dilantunkan oleh murid Madania yang beragama Buddha. Lagu Kasih juga dilantunkan oleh murid beragama Katolik, lagu Kasih ini memiliki makna hukum kasih yang merupakan ajaran Yesus yang utama. Tidak hanya itu, murid Madania yang beragama Kristen mambawakan lagu Tuhan Yesus Baik yang menceritakan wujud kasih tuhan dalam kehidupan.

Syiir Tanpo Waton yang dibawakan murid beragama Islam memiliki makna permintaan ampunan terhadap Allah SWT atas segala dosa yang dilakukan juga permohonan agar diberikan ilmu yang bermanfaat. Festival Budaya Agama menggambarkan bahwa setiap agama mengajarkan kasih dan ketulusan.

Puncak Acara Madania Festival 2020 adalah Madania in Concert yang digelar di Makara Art Center Universitas Indonesia. Bapak Wahyuni Nafis selaku School Director menyampaikan bahwa musik dapat mendamaikan jiwa, menguatkan pikiran, dan meningkatkan nilai patriotism. “Musik juga dapat menumbuhkan jiwa spirit berkesenian, Madania in Concert ini merupakan wadah untuk anak-anak agar dapat meningkatkan keterampilannya dan menampilkan karya di hadapan para penonton.” Pesan bapak Wahyuni Nafis disusul dengan membuka pertunjukan.

Pertunjukan ini dibagi menjadi dua babak, dimana babak pertama dibuka oleh tim perkusi yang membawakan Rempak, Suwe Ora Jamu dan Cublak Cublak Suweng. Lalu vokal yang menyanyikan The Bell Doth Toll dan Rainbow Connection. Penampilan apik juga dibawakan perkusi dan biola yang menampilkan Yamko Rambe Yamko. Tidak hanya itu, pada babak pertama music mancanegara Eine Klein Nacht Music dan Doraemon No Uta dibawakan dengan Biola. Gitar juga membawakan It’s a Small World, I Have a  Dream, dan The Good, The Bad, and The Ugly yang mengundang tawa para penonton, penampilan babak pertama diakhiri perkusi dengan lagu Stitches.

Shahnaz Haque selaku MC menyampaikan agar penonton mendengarkan penampilan pertama di babak kedua dengan hati, alunan gamelan yang membawakan Kidung Kalaseba dan Giyota Jiwangga menjadi begitu bermakna serta menyita perhatian para penonton. Dilanjutkan Gitar yang berkolaborasi dengan Gilang Ramadhan. Penampilan band Madania All Stars, dan vokal yang berkolaborasi dengan Aning Katamsi membuat penonton berdecak kagum.

Madania in Concert berakhir dengan meriah, para penonton berdiri, dan riuh tepuk tangan terdengar bersamaan dengan iringan lagu terakhir yang belum berhenti dilantunkan.

“ Madania in Concert ini merupakan kolaborasi antara guru, murid, pegawai, dan orang tua murid. Murid berlatih tanpa lelah dan tetap tersenyum, terimakasih untuk seluruh kerja kerasnya.” Ujar Shahnaz menutup Madania in Concert 2020. (Annisa Azzahra)


Share :