Madania Creative Competition MC2

11:41:21, 01 Februari 2021 Annisa Azzahra

Kreativitas adalah sebuah kecenderungan untuk menghasilkan sebuah ide atau alternatif yang mungkin berguna dalam memecahkan suatu masalah, berkomunikasi dengan orang lain, dan tentunya untuk menghibur diri sendiri serta orang lain. OSIS SMA Madania hadir untuk mengajak para murid SMA Madania menrealisasikan kreativitas mereka melalui acara Madania Creative Competition atau biasa disebut MC2 yang dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Januari 2021 lalu.   

Dengan mengusung tema “An Essential Aspect of Creativity is Not Being Afraid to Fail”, acara ini dibuat untuk mengajak siswa/i SMA Madania tetap produktif dan berkarya walaupun di masa pandemi seperti saat ini. Kreatifitas dan inovasi sangat dibutuhkan demi membawa sebuah perubahan yang lebih baik di masa depan dengan memperbaiki, mempertahankan, dan meningkatkan apa yang telah dilakukan atau dibuat, sehingga dapat mengasah potensi tersebut tidak hanya melalui akademik, namun juga keterampilan atau bakat dalam bidang seni.

Kegiatan MC2ini terdiri dari tiga aktifitas kesenian yang diadakan secara online, yaitu lomba drama, lomba parodi lagu, dan lomba membaca puisi. Setiap angkatan mengikuti lomba yang berbeda; lomba drama untuk kelas 10, lomba parodi lagu untuk kelas 11, dan lomba membaca puisi untuk kelas 12.

Pertama, lomba drama virtual. perlombaan ini mengacu pada unsur-unsur penting dalam drama secara umum seperti, dialog antar pemeran, ekspresi, intonasi suara, penjiwaan, tata busana, dan keterlibatan properti pendukung. Hanya saja drama yang dibuat dan dibawakan berbentuk virtual, sehingga membutuhkan proses editing yang baik agar pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada para penonton. Masing-masing kelas 10 mendapatkan tema yang berbeda-beda dan dari tema tersebut mereka bisa memilih apa yang ingin mereka simpulkan atau sampaikan kepada penonton melewati alur cerita dengan durasi 3 menit. Peserta dapat menambahkan lagu pendukung namun tidak disarankan memasukkan keseluruhan dari lagu tersebut dan bisa memakai lebih dari satu lagu pendukung. Peserta juga dapat menambahkan gambar atau video sebagai media pendukung namun wajib menyertakan sumber dan tidak mengandung unsur SARA, pronografi, atau kekerasan.

Kemudian, perlombaan parodi lagu mengajak siswa/i kelas 11 untuk berkampanye atau memberikan motivasi terhadap masyarakat lewat parodi lagu yang mereka pilih dengan tema berbeda untuk tiap kelas. Mereka bebas memilih lagu apa yang ingin mereka parodikan, hanya saja lagu tersebut tidak berunsur SARA, pornografi, atau kekerasan.. Peserta juga dapat menambahkan gambar atau video pendukung namun wajib menyertakan sumber dan tidak mengandung unsur SARA, pronografi, dan kekerasan. Kriteria penilaian yang paling utama adalah makna atau isi keseluruhan dari lirik yang dibawakan oleh masing-masing kelas. Barulah aspek-aspek yang lain seperti editing, aransemen musik, tata busana, dan ekspresi dinilai.

Yang terakhir adalah lomba membaca puisi seperti pada umumnya. Pertama-tama, masing-masing kelas mengambil undian tema yang mereka jadikan sebagai bahan materi pembuatan puisi. Setelah sudah mendapatkan tema, masing-masing kelas berunding dan bekerjasama untuk menyusun puisi. Lalu, mereka menentukan siapa yang maju sendiri, atau berdua untuk menjadi pewakilan kelas dalam perlombaan ini.

Kebanyakan dari mereka mengerjakan karyanya dengan fasilitas yang ada di lingkungan rumahnya, tetapi jangan dianggap remeh! Karya-karya tersebut merupakan hasil kreativitas tanpa batasan-batasan yang ada. Hal tersebut tentunya tidak mudah karena mereka harus berkomunikasi dan bekerja sama juga dengan teman satu kelas sebagai sebuah tim yang sportif dalam berkompetisi. Tidak hanya itu, proses pembuatan karya juga harus mengingat waktu karena ada batas pengumpulannya.

Dengan kreativitas dan kerja sama tersebut, para peserta dapat menghasilkan karya-karya yang unik dan tidak terduga. Hasil karya mereka ditampilkan lewat GoogleMeet melalui tayangan langsung di YouTube channel OSIS SMA Madania. Siswa dan siswi terlihat semangat dalam berpartisipasi di acara ini, tidak hanya dengan membuat video, tetapi juga dengan menonton tayangan langsungnya serta aktif meramaikan kolom komentar.

Setelah semua hasil karya ditampilkan, para juri memberikan komentar dan pemenang dari setiap angkatan pun diumumkan. Untuk lomba drama virtual, pemenangnya adalah kelas 10S dengan karya berjudul “Julid”. Kemudian, hasil karya kelas 11K yang berjudul “Pandemi’, memenangkan lomba parodi lagu. Terakhir, lomba membaca puisi dimenangkan oleh kelas 12D dengan puisi berjudul “Kita”. Masing-masing kelas tersebut mendapatkan hadiah sebagai juara 1 berupa saldo Go-Pay senilai Rp150.000.00.

Selamat untuk para pemenang dan para peserta lainnya yang telah menghasilkan karya-karya yang hebat. “Kreativitas tidak dipandang dari penguasaan software seperti photoshop, illustrator, coreldraw, atau autocad tapi buah dari pemikiran kreatif  berupa ide, inovasi, imajinasi dan cara merealisasikannya sehingga berdayaguna dan bisa dinikmati oleh khalayak.” – IDEsainesia. (Sekar Rania Lituhayu)

 


Share :