Cara Orangtua Melatih Keterampilan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus Saat Belajar di Rumah

12:57:00, 27 Maret 2020 Muhamad Chori Zikrin

Demi menekan penyebaran virus corona atau Covid-19, satuan pendidikan di sejumlah wilayah Indonesia kini menerapkan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua pekan, artinya selama dua pekan itu, proses belajar tetap dilakukan oleh guru dan siswa, namun tidak secara langsung.  PJJ ini merupakan hal yang baru pada tingkatan SD dan ini akan dilakukan oleh semua siswa termasuk siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Namun bagi siswa yang memiliki kebutuhan khusus, pembelajaran ini sangat membutuhkan perhatian lebih, motivasi yang tinggi dari orangtua untuk dapat memberikan semangat belajar. Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertidak melakukan sesuatu (Chaplin, James.P. 2015. Kamus lengkap Psikologi. Kartono Kartini, Dr. Jakarta: Rajawali Pers). Motivasi dari orang tua ini tidak saja dibutuhkan oleh anak reguler, namun juga oleh anak berkebutuhan khusus. Mereka adalah anak-anak berbakat dan anak-anak yang memiliki keistimewaan tersendiri yang diberikan oleh Tuhan YME bagi orangtua.

Bagaimana sih cara untuk melatih keterampilan motorik anak berkebutuhan khusus? Sebelumnya, kita harus mengenal dulu arti dari motorik. Motorik adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku gerakan yang dilakukan oleh tubuh manusia. Motorik terbagi dua, Yaitu Motorik halus dan motorik kasar. Motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagaian besar atau seluruh anggota tubuh, yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik (https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_motorik).

Nah moms, yuk kita simak cara-cara untuk melatih motorik anak berkebutuhan khusus saat belajar dirumah:

  1. Meniru

Orangtua dapat mengajak anak untuk meniru gerakan bersama, seperti yang ada pada pada video atau orangtua mempraktekan di depan anak. Hal inimembantu melatih kontak mata dan pendengaranya,serta untuk menyeimbangkan dengan anggota geraknya

 

  1. Gambar

 

  

 

Orangtua dapat mengajak anak untuk menggambar. Namun, tidak semua anak berkebutuhan khusus menyukai gambar, maka orangtua harus sensitif dalam melihat minat dan bakat anak. Biasanya anak dengan spektrum Autis akan lebih happy jika diminta untuk mengekspresikan hari-harinya dengan visualisasi daripada dengan audio.

 

  1. Membantu orangtua

Menurut Ibu Irni Garnita Ismail, guru Sen-U Primary. Cara orangtua untuk melatih keterampilan motorik anak berbakat dapat melalui kegiatan belajar merapihkan tempat tidur, menyapu lantai, sarapan atau mandi sendiri, dan mencuci piring setelah makan. Hal ini akan sangat berguna melatih life skill anak. Sehingga diharapkan anak kebutuhan khusus dapat lebih mandiri melakukan kebutuhannya sehari-hari.

 

  1. Menggunakan puzzle atau papertoys 3D

 

Agar tidak bosan, orangtua dapat mengajak anak untuk bermain puzzle atau membuat pappertoys 3D. Berbagai bentuk dan warna puzzle dapat melatih kognitif dan problem solving anak.

 

  1. Balok susun

Moms dan daddys juga dapat mengajak anak untuk bermain balok susun. Permainan dasar ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan anak dan kemampuan berpikir secara runut, serta melatih keterampilan dalam bersosialisasi.

 

  1. Kartu bergambar (flash card)

Orangtua dapat mengajak anak untuk bermain tebak-tebakkan. Permainan ini memiliki manfaat untuk merangsang daya ingat anak untuk mengenal angka, huruf, hewan, dan bunga, serta bagian tubuh atau hal yang lainnya.

 

  1. Lilin mainan/ plastisin atau membuat eksperimen

Permainan ini termasuk mainan edukasi yang membantu gerak motorik anak agar berkembang dengan baik serta merangsang daya imajinasi dan kreativitas.

 

  1. Lego

Bermain Lego akan mengajarkan anak untuk berkreasi dengan bentuk. Bermain lego juga dapat melatih daya konsentrasi anak dan koordinasi antara mata dan tangan.

 

  1. Boneka dan bantal

Anak berkebutuhan khusus biasanya akan tantrum sebagai bentuk kebosanan, sebagai bentuk pengekspresian jika keadaannya tidak nyaman, capek, atau keadaan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Bantal atau boneka yang empuk biasannya dapat mengurangi efek tantrumnya. Selain itu boneka binatang seperti dinosaurus, gajah, dan beruang dapat melatih imajinasi anak.

       10. Mewarnai/menulis

Kegiatan mewarnai atau menulis berfungsi untuk melatih koordinasi antara mata dan tangan. Selain itu kebiasaan menulis akan mengasah dan mempertajam kemampuan diri sendiri dalam berbahasa tulis.

Moms and daddys, yang anak-anak kita perlukan bukan hanya uang, melainkan kebersamaan dan kasih sayang. Semoga masa Pandemi Covid-19 ini dapat kita jadikan sebagai bentuk kebersamaan yang akan mempererat hubungan antara orangtua dan anak. (Siska Kartika Putri)


Share :