Aturan Moralitas Sīla Umat Buddha

11:46:37, 21 Agustus 2019 Muhamad Chori Zikrin

Agama Buddha memiliki aturan dasar moralitas yang jika dijalankan dapat membawa kebahagiaan duniawi maupun spiritual. Minggu ini, para murid yang beragama Buddha kelas 11 mempelajari tentang moralitas (sīla) dalam agama Buddha serta pengklasifikasiannya. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan yaitu melalui diskusi dan sharing, selain itu setiap murid juga dituntut untuk aktif mencari berita tentang contoh kasus ucapan, perbuatan, dan penghidupan tidak benar dari kehidupan sehari-hari maupun internet.

Menurut kosakata bahasa Pali, istilah sīla memiliki arti latihan moral, perilaku baik, etika Buddhis, dan kode moralitas. Sīla pertama kali diajarkan oleh Buddha dalam khotbah pertama Beliau yang disebut Dhammacakkapavattana Sutta. Hal tersebut memberikan isyarat bahwa ajaran tentang sīla karena merupakan dasar atau fondasi dalam pengamalan ajaran Buddha. Secara singkat pengklasifikasian sīla, yaitu bagi umat Buddha yang menjalankan hidup perumah tangga setiap harinya menjalankan lima sīla (panca sīla), lalu umat Buddha yang sudah melepas keduniawian atau tidak berumah tangga dan sudah ditahbiskan sepenuhnya (Biksu), setiap hari terikat oleh 227 (Bhikkhu) atau 250 (Biksu) aturan kemoralan atau sīla.

Adapun tujuan pembelajaran pada proses pembelajaran ini agar peserta didik mampu menerima sīla sebagai pelindung dari penderitaan, memahami cara mempraktikkan sīla, mempraktikkan sīla dalam kehidupan sehari-hari, serta memperoleh banyak manfaat dari praktik sīla. Dengan demikian peserta didik diharapkan untuk memiliki komitmen atau bertekad penuh untuk selalu menjaga harmoni dan kesabaran dalam melatih diri tidak melakukan tindakan kekerasan, atau kebebasan dari segala kegiatan yang merugikan makhluk hidup. Semoga semua makhluk berbahagia. Sadhu…Sadhu…Sadhu… (Putri Rahajeng Bodhitomo)


Share :