Negosiasi

12:52:59, 15 Maret 2016 Administrator

Grade 10

Negosiasi
“Bu, aku pernah antar ibuku ke pasar tradisional untuk beli sayuran. Waktu di tukang sayur, ibuku tawar-tawaran harga. Di akhir adu tawar itu, ibuku memberikan harga akhir yang bersedia dibayarkan dengan sedikit meninggalkan tukang sayur itu. Eh taunya langsung dikasih loh bu, bahkan harganya jauh 40% lebih murah dari harga awal.”Barangkali banyak dari kita yang melakukan teknik itu dalam melakukan adu tawar, di pasar terutama. Meskipun hasilnya tidak selalu berakhir dengan menang, teknik seperti di atas masih sering dilakukan.
Proses adu tawar tersebut dipelajari dalam materi negosiasi di kelas 10. Mulai dari kaidah yang harus dilengkapi hingga struktur yang tepat. Mulai dari penentuan tujuan hingga ketercapaian harapan. Permasalahan menang-kalah, tergantung jenis negosiasi yang dilakukan. (Siti Nurfajri Subharani)
Negosiasi distributif yang biasa dilakukan dalam adu tawar-jual beli selalu mengarah pada kesepakatan menangkalah.


Sebagai pembeli tentu kita menginginkan harga yang paling rendah, sedangkan sebagai penjual kita
mengharapkan harga paling tinggi agar mendapat keuntungan. Kedua pihak tersebut perlu saling memberikan kesan pada saat melakukan sanggahan dan argumentasi
pertahanan.
Negosiasi integratif merupakan negosiasi yang dilakukan untuk mencapai kesepakatan dengan akhir menang-menang.


Hal ini biasanya dilakukan untuk mencapai perdamaian. Masih ingatkah dengan kasus di akhir tahun lalu berkaitan dengan proses negosiasi pihak BIN dengan kelompok Din Minimi (GAM)? Negosiasi yang dilakukan merupakan negosiasi integratif, di mana kesepakatan yang terjadi memberikan keuntungan untuk keduaya. Dalam melakukan negosiasi integratif tersebut, kita harus melakukan identifikasi, terutama saat adanya pengajuan tuntutan/syarat. Identifikasi dilakukan pada saat kedua pihak melakukan sanggahan dan argumentasi pertahanan sebelum terjadinya kesepakatan.
Hal seperti ini perlu dipahami, sebab negosiasi bukanlah persoalan menang atau kalah. Fokus terhadap tujuan bernegosiasi dan ketercapaian tujuan tersebut jauh lebih penting, dibandingkan hanya memikirkan keuntungan saja.


Agar pembelajaran lebih menarik lagi, menyisipkan aktivitas seperti membuat naskah, berakting, dan pembuatan film, menjadi daya tawar bagi siswa. Selain mampu menuliskan teks negosiasi dengan baik, siswa pun diimbangi dari segi praktik. Siswa akan mendapat keterampilan dan pengalaman
baru pada materi negosiasi. (Laila Nuriyahu Guntari).


Share :