Menteri PUPR Hadir Dalam Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-23 Sekolah Madania

15:50:45, 01 Maret 2019 Muhamad Chori Zikrin

Pada tanggal 27 Februari 2019 ini, Sekolah Madania menggelar acara puncak Madania Festival 2019. Kegiatan ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-23 Sekolah Madania.

Hal yang membuat acara ini terasa semakin istimewa adalah kehadiran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono. Dalam sambutannya, Pembina sekaligus Pendiri Yayasan Pendidikan Madania Indonesia (YPMI), Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menjelaskan maksud Sekolah Madania mengundang Menteri PUPR.

“Salah satu tantangan atau problem Madania ini adalah tempatnya yang jauh. Dulu yang sekolah ke sini, jauh rasanya. Nah, sekarang ini orang tua, masyarakat merasa berterima kasih karena sekarang banyak jalan-jalan yang baru sehingga aksesnya dekat ke sini (Sekolah Madania). Oleh karena itu, kami undang Bapak Basuki sebagai (ungkapan) rasa terima kasih,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Widyaiswara Utama BPSDM Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan dan Ketua Umum PP Persatuan Panahan Indonesia, Kelik Wirawan Widodo. Selain itu, Tarsinah Fuadi, Istri Alm. Achmad Fuadi, dan Omi Komariah Madjid, Istri Alm. Nurcholis Madjid yang keduanya merupakan pendiri YPMI pun turut hadir.

Dalam kesempatan ini, Menteri PUPR menyampaikan Orasi Ilmiahnya dengan tajuk “Gerakan Indonesia Bersih dan Sehat” untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari lalu. Ia memaparkan rencana dan perkembangan program PUPR yang bersifat regional dan khusus, di antaranya terkait revitalisasi sungai Citarum dan pembangunan TPA di berbagai daerah.

Salah satu sorotan penting pada acara puncak ini yaitu pertunjukkan drama “Fragmen Perjuangan Pangeran Diponegoro” yang dibawakan oleh murid SD, SMP, dan SMA Madania. Pertunjukkan ini menghadirkan kolaborasi berbagai penampilan seperti teater, puisi, dan paduan suara, yang diiringi oleh gamelan, alat musik string, perkusi, keyboard, dan guitar.

Pagelaran yang diselenggarakan di Aula Serbaguna, Sekolah Madania, Bogor ini juga disaksikan oleh seluruh civitas Sekolah Madania yang terdiri dari siswa, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua murid, dengan mengenakan busana yang identik dipakai oleh pahlawan Indonesia.

Direktur Sekolah Madania, M. Wahyuni Nafis menyampaikan “Penampilan drama dan busana seperti ini kami hadirkan sebagai bentuk syukuran Sekolah Madania yang memasuki usia ke-23 tahun supaya semangat kepahlawanan, kesucian cara berpikir pahlawan, dan keikhlasan para pahlawan turun kepada anak-anak kita, anak-anak Sekolah Madania.”

Ia pun berharap bahwa pelajaran dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pahlawan tersebut dapat tercermin nyata di kehidupan sehari-hari para siswa, hingga pada akhirnya mereka lulus, melanjutkan studi, dan mengabdikan diri di masyarakat.

Mengomentari pertunjukan drama tersebut, Menteri PUPR mengutarakan “Saya sangat mengapresiasi dan menghargai teatrikal Diponegoro tadi, dari anak-anak kita semua. Dengan tampilan tadi saya kira kita semua yakin bahwa alumni Madania nanti akan menjadi leader-leader masa depan Indonesia dengan karakter yang dididik di Madania ini, salah satunya dengan karakter Diponegoro.”

Dalam acara puncak ini pula, Sekolah Madania menyerahkan pin emas kepada 25 orang pendidik dan tenaga kependidikan yang telah mengabdikan diri selama lebih dari 15 tahun. Pemberian pin emas ini merupakan bentuk penghargaan sekolah atas jasa mereka dalam penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Madania.

Pameran Budaya Agama dan Pameran Intelektual juga turut meramaikan penyelenggaraan kegiatan ini. Pameran Budaya Agama menampilkan berbagai ragam kebudayaan di setiap agama sebagai wawasan dan pengalaman baru yang kental menjunjung kebhinekaan dan menunjukkan nilai-nilai kemadaniaan lainnya. Sementara itu, Pameran Intelektual memajang hasil karya Tugas Akhir murid kelas 6, 9, dan 12 Sekolah Madania baik secara kelompok, peer, maupun individu. Mereka menghadirkan beragam inovasi dan mempresentasikan hasil kasian mereka terkait berbagai permasalah di bidang sains, teknologi, bahasa dan budaya, psikologi, seni, musik, kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan ilmu sosial.

Kedua pameran ini mengakhiri seluruh rangkaian Madania Festival 2019. Madania Festival 2019 sendiri merupakan kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka perayaan hari jadi ke-23 Sekolah Madania dan untuk memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional. Madania Festival tahun ini mengangkat tema “Bahasaku, Jiwa Bangsaku” dan telah dilaksanakan sejak 21 Februari lalu.

 

 

Link Foto Dokumentasi Click Disini


Share :