Ekskusi Baluran

12:35:34, 03 Agustus 2016 Administrator

Ekskursi kelas 10 kali ini sangat menguras seluruh energi kita. Pukul 2.30 pagi kita sudah harus tiba di Bandara Soekarno – Hatta untuk penerbangan pukul 5.00. Perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya memakan 1,5 jam perjalanan. Keindahan matahari terbit dapat kami lihat dari jendela pesawat. Langit berwarna merah muda menarik perhatian kami yang terbangun. 

Perjalanan kami masih berlanjut hingga kami singgah di Pasuruan untuk melihat pabrik Sari Roti. Bau roti menusuk indera penciuman kita. Kami mendapatkan banyak informasi mengenai Sari Roti dan pastinya roti gratis! Dorayaki, Roti tawar, Roti Raisin, hingga roti isi pun terdapat di kantongnya. Menariknya tentang kantong plastik Sari Roti yang kami dapat, plastiknya terbuat dari bambu dan baunya cukup unik.

Setelah kunjungan ke Sari Roti, kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Wonorejo. Bayangkan saja perjalanan dari Pasuruan ke Wonorejo memakan waktu 5 jam! Tidak terasa begitu lama karena kami semua tidur terlelap. Ketika bangun, langit sudah sangat gelap dan kami disambut oleh Kepala Desa. Sungguh kehormatan disambut Kepala Desa Wonorejo sendiri dan kami makan bersama. 

Hari kedua kami bangun pagi untuk melaksanakan community service yang terletak di dekat homestay kami. Dibagi menjadi 2 kelompok yaitu bagian untuk mengajar anak-anak SD dan membersihkan masjid. 

Mengajar anak kelas 4 SD adalah tugas community service saya. Bermain dan belajar bersama mereka merupakan pengalaman yang tidak mudah terlupakan bagi saya. Murid-murid di sana penuh dengan keramahan dan menghormati kami. Sangat mengharukan ketika kami harus berpisah dengan mereka.

Sebelum melanjutkan kegiatan kami berhenti di homestay untuk persiapan ke Taman Nasional Baluran. Taman Nasional yang dikenal dengan padang rumputnya, dan mendapatkan julukan “Afrikanya Jawa Timur” ini memiliki luas 25000 ha dan hutan mangrovenya yang terkenal. 

Kami melanjutkan aktivitas di Pantai Bama untuk observasi terumbu karang dan juga memasang pit fall trap, yaitu semacam perangkap untuk serangga di pantai. Sebelum tibanya di Pantai Bama, kami melewati padang rumput. Kerbau, rusa, dan merak pada berkeliaran di lingkungan itu. Saya dan teman-teman sangat antusias melihat mereka.

Sesampainya di Pantai Bama, kami menginjakkan kaki di pantai dan melihat para kera sudah menanti kedatangan kami. Banyak yang dikejar-kejar oleh kera karena membawa makanan. Banyak juga yang tertawa karena melihat temannya yang menjerit ketakutan.

Pada hari ke-3, pagi - pagi buta kami sudah bangun dan segera bergegas ke Pantai Bama di TN Baluran untuk melakukan observasi burung. Di sana, kami mengamati burung menggunakan binocular. Setelah itu, kami lanjut beristirahat di sekitar savanna Bekol. Padang pasir yang luas, perpaduan antara gunung, laut, hutan, dan savanna yang dilihat tak segan - segan membuat kami mengucapkan "wow" berkali - kali.

Setelah ishoma, kami melanjutkan observasi di savanna. Kami melihat banyak fauna: banteng, rusa, merak, monyet, ajag, kerbau, dan masih banyak lagi. Kami juga belajar bagaimana mencetak kaki hewan menggunakan semen putih. Selain itu, kami diberikan kesempatan untuk melihat Taman Nasional Baluran dari atas. Keindahan Baluran sangat terlihat di sini, membuat kami sedikit tercengang.

Hari terakhir, kami mengakhiri ekskursi ini dengan berkunjung ke PLTU Paiton yang merupakan PLTU terbesar di Indonesia. Di sana, kami belajar mengenai listrik, bagaimana listrik itu ada, darimana bahan dasarnya, dan cara mengolah limbahnya.

Pengalaman dan keindahan di Taman Nasional Baluran sangat sulit untuk dilupakan bagi setiap murid IPA kelas 10 SMA Madania, ditambah lagi kunjungan ke Sari Roti dan PLTU Paiton yang menambah pengetahuan kami. Beragam pengalaman dan cerita dimiliki oleh setiap orang. Pertemanan kami juga menjadi semakin erat kian hari dalam ekskursi kali ini. 

(Sasha 10L & Anya 10U)


Share :